Sabtu, 03 Desember 2011

Selalu Saja Begitu

Di saat saat seperti ini 
Suara suara dalam kepala seperti 
Bisa menyelesaikan semua masalah 

Optimisme datang terlambat 
Selalu saja begitu 

Tengah malam 
Di trotoar jalan protokol yang terinjak harga dirinya 
Oleh tukang becak mabuk yang tak perduli lagi pada rambu 
Aku masih bisa terduduk, memeluk lutut sendiri 

Di saat saat seperti ini 
Aku tak ingin bicara pada siapapun 
Suara suara dalam kepala seperti 
Mengajakku menyendiri 

Aku punya cukup teman dalam kepalaku 
Selalu saja begitu 



Dan katanya hidup ini absurd 
Terpatah patah 
Full of flashback and discontinuity 
Orang sekarang bilangnya Pulp Fiction 
Orang dulu lebih suka menyebutnya "takdir" 

Lalu kenapa ? 
Masalahnya dimana ? 

Jika ternyata si tukang becak mabuk tadi 
Tiba-tiba digebuki patroli 
Apa aku terlibat dalam selembar takdir mereka ? 

Haha, aku mulai membingungkan ? 

Ya, saat aku kebingungan 
Aku menjadi terlihat sedih 
Selalu saja begitu 

Di saat saat seperti ini 
Suara suara dalam kepala seperti 
Bisa menyelesaikan semua masalah 
Dan aku tak ingin bicara pada siapapun 
Bahkan pada suara suara dalam kepalaku sendiri 
Aku tak punya masalah 
Aku hanya terlihat sedih 

Optimisme datang terlambat lagi 
Begitu saja selalu... -___-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar