Di saat saat seperti ini
Suara suara dalam kepala seperti
Bisa menyelesaikan semua masalah
Optimisme datang terlambat
Selalu saja begitu
Tengah malam
Di trotoar jalan protokol yang terinjak harga dirinya
Oleh tukang becak mabuk yang tak perduli lagi pada rambu
Aku masih bisa terduduk, memeluk lutut sendiri
Di saat saat seperti ini
Aku tak ingin bicara pada siapapun
Suara suara dalam kepala seperti
Mengajakku menyendiri
Aku punya cukup teman dalam kepalaku
Selalu saja begitu
Dan katanya hidup ini absurd
Terpatah patah
Full of flashback and discontinuity
Orang sekarang bilangnya Pulp Fiction
Orang dulu lebih suka menyebutnya "takdir"
Lalu kenapa ?
Masalahnya dimana ?
Jika ternyata si tukang becak mabuk tadi
Tiba-tiba digebuki patroli
Apa aku terlibat dalam selembar takdir mereka ?
Haha, aku mulai membingungkan ?
Ya, saat aku kebingungan
Aku menjadi terlihat sedih
Selalu saja begitu
Di saat saat seperti ini
Suara suara dalam kepala seperti
Bisa menyelesaikan semua masalah
Dan aku tak ingin bicara pada siapapun
Bahkan pada suara suara dalam kepalaku sendiri
Aku tak punya masalah
Aku hanya terlihat sedih
Optimisme datang terlambat lagi
Begitu saja selalu... -___-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar