Minggu, 05 Mei 2013

Saya Menyerah dan Saya Tak Akan Bergerak

Saya tahu dan kau juga pasti tahu sudah lama sekali kita pisah jalan, tapi.... U know lah i can't  move on. Saya masih menyimpan semua di kepala saya diantara grafomania tentang horor nilai ujian ataupun masalah kantong yang tak pernah stabil. Dan mengenai hubunganmu dengan pilihan lain hmmmm selamat buat itu.. Hahaha saya kembali menjadi seorang munafik garis keras dengan menyebut kata 'selamat' di kalimat sebelumnya, sebetulnya saya belum siap atau ikhlas atau rela atau apalah jika melihatmu bisa bahagia dengan orang lain, mendengar cerita orang orang tentang hubunganmu ataupun mengintip dua tiga pose kedekatanmu di Instagram atau apalah yang betul betul mengasah kemunafikanku (Maaf). Well tapi satu yang buat saya kembali terkesan denganmu hmm apayah? Yah kamu sudah berjilbab dan saya yakin penyakit ttg alergi matahari itu akan dilawan dengan kekuatan bernama jilbab itu (yaelah) saya harap kamu memakainya dengan passion bukan sekedar fashion. Hmm mungkin ini aja dulu yang saya mau cerita syukur syukur kalo U mau buka blog I lagi. Thank you yeee :)

Senin, 17 Desember 2012

Forever blowing bubbles

Buat apa merayakan sesuatu dihari ini kalo besoknya akan dilupa
Buat apa menjalankan sesuatu kalo sudah tahu akan berakhir
Sampai akhirnya saya melihat gelembung udara 
Ditiup, terbang , meletus tapi indah :)

"Fortunes always hiding i've look everywhere, I forever blowing bubbles, pretty bubbles in the air"

Senin, 26 November 2012

Today Citizen Report


Musim hujan tahun ini, jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mengapa begitu ? Karena kota Makassar semakin maju saja. Infrastrukturnya semakin lengkap, megah, dan inovatif. Salah satu karya nyata institusi pengelola kota ini, adalah keberhasilan mereka membuat banyak trotoar, menghilangkan keberadaan tanah atau pasir  di pinggir jalan yang mengganggu keindahan kota sekaligus sumber debu di jalan raya. Terima kasih buat trotoarnya, pak. Sayang masih terlalu banyak baliho di atasnya, yang justru mengganggu pejalan kaki dan merusak pemandangan.

Tapi memang, fungsi trotoar bukan hanya milik pejalan kaki saja. Pada ruas-ruas jalan dimana aspal dan trotoarnya sudah rapat, dan tak ada lagi tanah di pinggir jalan, apabila terjadi hujan, air yang menggenang dan membanjiri jalan sudah tidak berwarna cokelat atau keruh seperti dulu. Karena bila air hujan yang jatuh di aspal tak lagi terkontaminasi oleh tanah atau pasir, maka genangan air dan banjir menjadi bening. Itu berarti, semua lubang di jalanan akan tetap terlihat. Para pengendara dan pengguna jalan raya tak perlu lagi takut terjerembab ke dalam lubang-lubang di air keruh.

Diharapkan di masa depan, tak akan ada lagi kecelakaan yang disebabkan oleh lubang di jalan yang tersamarkan oleh banjir. Karena kini, lubang di jalanan sudah bukan lagi misteri. Mereka sudah bisa terlihat dari jarak yang relatif jauh, sehingga menjadi mudah bagi para pengguna jalan untuk menghindarinya. Dengan begitu, tingkat kecelakaan akan berkurang, disamping biaya perawatan atau perbaikan kendaraan juga bisa ditekan, yang berarti penghematan biaya hidup yang cukup signifikan.

Apalagi kalau tahun depan lampu-lampu penerangan jalan mulai berfungsi, maka kita masyarakat kota ini akan bisa menghindari lubang-lubang di jalanan dengan sama mudahnya, baik malam maupun siang hari. Dan apabila kebiasaan ini berlanjut terus, bahkan hingga turun temurun, niscaya penduduk kota ini akan berevolusi menjadi masyarakat yang "jago menghindar".

Tulisan ini dibuat berdasarkan asumsi sederhana : Lubang-lubang di jalan kota ini seakan tak pernah membaik. Mereka cenderung mengaspal jalanan yang tidak rusak, dan tidak mengaspal jalanan yang rusak. Entah mengapa. Mungkin itulah politik praktis ala Indonesia yang penuh hutang piutang dan balas jasa. Kualitas jalan di kota ini mungkin hanya satu contoh kecil, diantara ribuan bentuk pelayanan yang menurun mutunya karena politik berbiaya tinggi.

Tidak masalah. Tidak masalah sama sekali. Yang jelas, apabila di tahun 2014 nanti pemilu masih menggunakan metode "mencari dana untuk membeli suara" seperti saat ini, maka kami berhak menuntut agar tank atau panser bisa dijadikan kendaraan pribadi.


Bagi yang belum akrab dengan kota Makassar, lubang-lubang di jalan raya adalah identitas utama kota ini, setelah coto dan Sultan Hasanuddin. Sedangkan banjir adalah fenomena lazim pada hampir semua kota pseudo-metropolis di seluruh Indonesia, termasuk juga di sini

Hiperbol

Pada sepatu, kacamata, korek dan topi 
Semua yang ikut kemanapun saya pergi
Dan pada panu di perut, yang tahu segala rahasia, segala isi hari
Saya bertanya, "apa kita membesar-besarkan setiap kejadian yang kita alami ?"

Mereka menjawab "ya

Jumat, 05 Oktober 2012

Sekali Lagi dan Tak Ada Lagi

Apa yang ada dibalik keramaian ini
Tak akan menolongku lagi
Sudah cukup kering kerongkongan membentak
Gerah , debu , dan panas mengelak

Apa yang ada didalam smartphone-ku ini
Tak akan membuatku  smart lagi
Sudah cukup jemari merintih dan melentik
Menahan perih dan sedih yang tak bertitik

Tak ada lagi
Tak akan lagi
Tak pernah kembali
Sekali lagi...


"diiringi : Bjork - Who is it" 


Kamis, 14 Juni 2012

Menanti esok II

  Hari ini sama seperti hari kemarin. Hari ini tetaplah hari ini. Hari ini akan menjadi hari esok.
Tak ada yang menyenangkan dari kotak 18 inchi ini dan semua manusia yang berkoar di dalamnya. Sekali lagi di hari ini. Tak ada yang dapat menjadi biru dari aquarium ini. Sekali lagi di hari ini. Tak ada yang dapat membuatku bermain dengan matahari senja lagi. Sekali lagi di hari ini.
  Malaikat kau jangan tidur dulu. Jangan di hari ini dan esok. Buatlah kotak itu menjadi imajiner 18 cerita di hari esok. Buatlah aquarium itu menjadi biru laut di hari esok. Dan buatlah dia datang dan mengajakku bermain di senjakala. Sekali lagi di hari esok.


Sabtu, 28 April 2012

Sulut Diriku dan Meledaklah

Carikan aku api
Carikan aku merah api
Jadika aku api
Sulut diriku...dan
Biarkan Saya meledak dengan api

 Biarkan saya menjadi api
 Biarkan saya menjadi merah api
 Biarkan saya memaki api
 Biarkan saya melepaskan marah api

 Dan saya pun kalah
 Kalah oleh hujan
 Kalah oleh angin
 Yaa..nyanyikan lagu kalah
 Dan biarkan saya menjadi api
 Api yang padam
 Api yang kalah



 #np : "ring of fire - Social Distortion"